Sabtu, 07 Januari 2012

Bahan-Bahan Alami Pengobatan Tradisional


Didalam kehidupan perawatan kesehatan merupakan sesuatu yang mahal,apabila kita terserang suatu penyakit tidak segera ditangani dengan benar maka akan dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari termasuk ekonomi keluarga. Akibat krisis ekonomi yang terjadi selama ini juga berpengaruh pada kenaikan harga obat-obatan. Oleh karena itu tidak ada salahnya apabila kita mencoba penanganan kesehatan dengan pengobatan tradisioanal yang menggunakan bahan-bahan alami tanpa efek samping dan juga dari segi biaya lebih ekonomis.kita bisa memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk penanganan kesehatan kita. Maka dari itu informasi dan wawasan tentang pengobatan tradisional sangat diperlukan untuk dapat memanfaatkan tanaman yang sering kita jumpai di sekitar kita. Boleh jadi pemakaian ramuan bahan-bahan ini bisa membantu meringankan penderitaan sebebelum seseorang memperoleh pelayanan kesehatan yang tepat. Berikut bahan-bahan alami yang dijadikan sebagai pengobatan tradisioanal, antara lain :
1.      Jamblang
Kandungan dan manfaat : jamblang mengandung asam galat yang mampu mengerutkan saluran kencing. Selain itu, kandungan glukosida phytomelin mempercepat penyembuhan luka. Zat tanin pada biji jamblang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Kegunaan : diabetes, ngompol, diare karena masuk angin, dll.
Catatan : Jangan terlalu banyak makan buah jamblang karena akan susah buang air seni.
2.      Bayam
Kandungan dan manfaat : bayam, terutama bayam merah, terkenal mengandung zat besi yang tinggi yang berkhasiat menambah darah. Selain itu, bayam juga mengandung vitamin A, B, C, dan K, kalium serta fosfor. Kegunaan : anemia, disentri, ambien, demam, melancarkan ASI, mengencerkan dahak, menguatkan lever, digigit serangga, kena ulat bulu, dll.
                   
3.      Kangkung
Kandungan dan manfaat : kangkung bersifat, antiracun, antiradang, peluruh kencing, menghentikan perdarahan, sedatif ( obat tidur ). Kangkung juga besifat menyejukkan dan menenangkan. Kangkung mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, dan sitosterol. Kegunaan : mengurangi haid, sakit kepala, mimisan, ambeien, insomni, sakit gigi, melancarkan air seni, ketombe, sembelit, mual bagi ibu hamil ,sariawan,gusi bengkak, dll.
4.      Kemangi
Kandungan dan manfaat : daun kemangi mempunyai daya penenang dan mengeluarkan gas-gas dari tubuh. Daunnya juga sering dipakai untuk bumbu hidangan daging ataupun ikan. Kemangi mengandung zat minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, dan lain-lain. Kegunaan : panu, diare dan muntah, sariawan, bau nafas, bau mulut, bau keringat, dll.
5.      Kayu Putih
Kandungan dan manfaat : daunnya mengandung minyak atsiri, sineol, melaleucin dan buahnya mengandung zat tanin. Bersifat diaforetik, menghilangkan rasa sakit, membunuh kuman, mengencerkan dahak, dan antikejang. Kegunaan : perut kembung, keriput pada kulit perut (bagi wanita sehabis melahirkan), batuk, demam/mencegah stuip (pada anak), flu, kejang (pada bayi), masuk angin, dll.

Pengobatan Modern & Pengobatan Tradisional


Di dalam suatu ilmu kesehatan untuk menyembuhkan suatu penyakit ada dua macam pengobatan, yaitu pengobatan modern dan pengobatan tradisional. Pengobatan-pengobatan ini sangat berbeda satu sama lain.
Pengobatan modern adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara-cara modern/ilmiah atau telah diuji cobakan dengan sebuah penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, dari cara pembuatan, obat modern memiliki sedikit keunggulan karena dibuat dengan mesin dan pada umumnya dilakukan secara terukur dan melalui proses percobaan yang terkontrol. Dengan demikian, sterilisasi atau faktor kebersihan obat modern jauh lebih terjaga. Obat-obatan modern juga dibuat dengan menambahkan beberapa zat kimia sehingga bukan mustahil akan ada efek samping setelah mengkonsumsinya obat jenis ini. Pengobatan modern relatif lebih mahal karena bahan baku obat–obatannya sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.
Obat Tradisional adalah obat yang dibuat dari tumbuhan yang diolah dengan cara yang sangat sederhana dan membutuhkan tenaga manusia yang sangat besar.
Keunggulan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, yaitu pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga, pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar.
Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.
Hubunganan di antara pengobatan alternatif dengan pengobatan modern bukanlah hubungan yang bersaing.  Pengobatan kedua-duannya hidup saling berdampingan dan bersama-sama menyediakan pilihan pengobatan untuk bermacam-macam penyakit.  Dalam bidang alternatif ada sifat yang bisa menyediakan bidang medikal dan sebaliknya. Jadi untuk pemilihan obat yang baik pilihlah obat yang berkhasiat seperti obat Tradisional tapi tetap terjaga mutu dan kebersihannya seperti obat Modern.

Proses Terjadinya Planet


Planet adalah benda langit yang mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang yang mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat).
Planet tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya dan telah membersihkan lingkungannya (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya . Planet mempunyai diameter lebih dari 800 km
            Planet terbentuk di dalam piringan debu dan gas yang mengelilingi bintang-bintang yang berusia berjuta-jutaan tahun. Namun hingga sampai terbentuknya sebuah planet ada beberapa tahap, seperti :
  • tahap pertama munculnya planet2 itu ada piringan akresi yg terdiri dari debu dan gas2 luar angkasa hasil dari ledakan supernova yg menyebar, serta bebatuan luar angkasa
  • Tahap kedua bebatuan itu saling bertubrukan, lama kelamaan muncul gaya gravitasi, dan akibat dari gesekan serta tubrukannya bebatuan itu, menyebabkan adanya bebatuan cair  dan bebatuan kecil, akhirnya bebatuan tadi tertarik oleh gaya gravitasi yg telah terbentuk dan lama kelamaan menumpuk sehinggak terbentuknya planet2
  • Tahap ketiga setelah planet2 cukup besar sisa2 batu yg berterbangan akan tertarik oleh gaya gravitasi planet2 itu, tahap ini sering disebut tahap pesta gila, karena batu meteor akan tertarik oleh planet2 disekitarnya.

Proses Terbentuknya Bulan


Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.

            Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.

Ada sebuah teori yang terkenal dalam memperjelas proses terbentuknya bulan yaitu Teori Giant Impact. Teori Giant Impact merupakan hipotesa bagaimana proses terbentuknya bulan. Ilmuwan berteori, Bulan terbentuk akibat bergabungnya serpihan-serpihan pecahan Bumi yang ketika itu masih muda bertabrakan dengan benda langit berukuran sebesar planet Mars.

Salah satu bukti yang mendukung hipotesa ini adalah contoh-contoh bebatuan yang diambil para astronot saat mengunjungi Bulan. Dari bebatuan itu, terindikasi bahwa permukaan Bulan sebelumnya berbentuk cair dan kemungkinan ia memiliki inti kecil dari besi dengan kepadatan yang lebih rendah dibanding Bumi.

Read more : http://www.huteri.com/2002/proses-terbentuknya-bulan-4-milyar-tahun-lalu#ixzz1i5DUd7ob

Read more : http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan