Senin, 10 Oktober 2011

Dampak Terjadinya Banjir Di Jakarta



Seluruh aktivitas di kawasan yang tergenang banjir menjadi lumpuh. Jaringan telepon dan Internet terganggu. Listrik di sejumlah kawasan yang terendam juga padam. Di dalam kota, kemacetan terjadi di banyak lokasi, termasuk di jalan tol dalam kota & genangan-genangan air di jalan hingga semeter lebih juga menyebabkan sejumlah akses dari daerah sekitar pun terganggu.

Arus banjir menggerus jalan-jalan di Jakarta dan menyebabkan kerusakan beragam, seperti mulai dari lubang kecil dan pengelupasan aspal sampai lubang-lubang yang cukup dalam. Banjir juga membuat sebagian jalur kereta api lumpuh karena di sekitar rel kereta api itu digenangi air luapan. Kerugian terbesar adalah kerusakan bangunan, baik rumah penduduk maupun kantor-kantor pemerintah. Selain itu sawah-sawah juga terancam puso.
Banjir juga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kepada masyarakat, seperti gatal-gatal, penyakit leptospirosis yang juga dikenal sebagai demam banjir ini bisa menginfeksi manusia melalui kontak dengan air atau tanah masuk kedalam tubuh melalui selaput lendir mata atau luka lecet, diare, demam berdarah, dll. Banjir juga menyebabkan kekurangan air bersih . Sehingga itu semua yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit dimasyarakat.

Penyebab Banjir Di Jakarta


Penyebab banjir di DKI Jakarta, secara umum terjadi karena dua faktor utama yakni faktor alam dan faktor manusia. Penyebab banjir dari faktor alam antara lain karena lebih dari 40% kawasan di DKI Jakarta berada di bawah muka air laut pasang.  Sehingga Jakarta Utara akan menjadi sangat rentan terhadap banjir saat ini.
Selain itu secara umum topografi wilayah DKI Jakarta yang relatif datar dan 40% wilayah DKI Jakarta berada di dataran banjir Kali Angke, Pesanggrahan, Ciliwung, Cipinang, Sunter, dll. Sungai-sungai ini relatif juga terletak di atas ketinggian kawasan sekitarnya. Karena fungsi sungai-sungai ini tadinya merupakan saluran irigasi pertanian. Sedangkan kondisi saat ini kebanyakan lahan pertanian diubah menjadi perumahan dan lain-lain. Akibatnya  air secara otomatis berkumpul di kawasan cekungan di Jakarta Utara.
Berdasarkan data klimatografi di kawasan DKI Jakarta, intensitas hujan tinggi (2.000 – 4.000 mm setiap tahunnya) dengan durasi yang lama.  Hal ini merupakan sifat umum kawasan tropis lembab serta dampak dari pemanasan global. Curah hujan ini selanjutnya akan menciptakan limpasan air yang deras ketika jatuh di atas daerah tangkapan air (catchment) seluas 850 km2 di hulu Jakarta. Daerah tangkapan ini juga mencakup Cianjur, Bogor, Depok dan DKI Jakarta. Pembangunan besar – besaran di kawasan ini juga menambah debit  limpasan permukaan yang akhirnya juga menambah potensi banjir di kawasan hilir sungai.
Kondisi ini diperparah oleh kecilnya kapasitas tampung sungai saat ini dibanding limpasan (debit) air yang masuk ke Jakarta.  Kapasitas sungai dan saluran makro ini disebabkan karena konversi badan air untuk perumahan, sedimentasi dan pembuangan sampah secara sembarangan. Yang yerakhir pengaruh peningkatan pasang air laut dan penurunan tanah di Jakarta Utara juga menyebabkan daerah Jakarta Utara semakin rentan banjir.
Sedangkan penyebab banjir dari sisi faktor manusia antara lain karena tidak terintegrasinya tata kota dan tata air di Jabodetabekjur, perencanaan tata ruang yang melebihi kapasitas daya dukung lingkungan (di antaranya kurangnya tempat parkir air dan sumber air bersih) serta lemahnya implementasi tata ruang dan tata air di Jabodetabekjur.
Kompetisi dan eksploitasi pemanfaatan  lahan di kawasan Jabodetabekjur yang sedemikian cepat juga membuat konversi besar-besaran badan air dan daerah rawan banjir (sungai, rawa, situ serta sempadannya) menjadi perumahan, kawasan industri, dll.
Selanjutnya hal ini juga mengakibatkan sedimentasi sungai akibat lumpur, sampah organik dan inorganik yang disebabkan oleh pembukaan lahan tersebut. Ketidakjelasan pembagian peran dan tugas Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur tata air juga menyebabkan memburuknya kondisi banjir yang ada.
Terakhir faktor penyebab manusiawi banjir Jakarta ialah pengambilan air tanah yang berlebihan. Hal ini menyebabkan penurunan tanah semakin ekstrim terutama di Jakarta Utara.

Proses Terjadinya Banjir Di Jakarta


Menurut saya ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh penyebab terjadinya banjir, antara lain sebagai berikut :
Pertama kerusakanlingkungan, hal ini ditandai peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi (pemanasan global). Kondisi bumi yang memanas menyebabkan perubahan iklim semakin tidak  stabil. Dampak perubahan iklim bagi Indonesia dapat dirasakan dengan semakin keringnya musim kemarau dan intensitas air hujan yang semakin tinggi di musim penghujan. Naiknya permukaan air laut disebabkan dataran es di kutub mencair serta merta membuat abrasi pantai semakin cepat.
Faktor kedua adalah sistem pengelolaan lingkungan. Pengelolaan lingkungan semakin berpengaruh terhadap kehadiran bencana banjir, seiring dengan kecenderungan semakin meningkatnya wilayah perkotaan. Pertambahan jumlah penduduk, terutama di wilayah perkotaan, berdampak pada peningkatan kebutuhan akan tempat tinggal dan daya dukung perkotaan. Meluasnya wilayah pemukiman memiliki pengaruh langsung terhadap berkurangnya daerah resapan air, karena hampir seluruh permukaan tanah berganti dengan aspal atau beton. Kondisi tersebut diperparah dengan penataan bangunan dan wilayah yang kurang memperhatikan sistem pembuangan air. Kekurang ketersediaan pepohonan yang dapat berfungsi sebagai peresapan air merupakan kombinasi yang semakin sempurna untuk mendatangkan bencana banjir.
Faktor ketiga adalah perilaku dari manusia itu sendiri. Perbedaan mencolok antara desa dengan kota selain dilihat dari tingkat kepadatannya adalah pola hidup. Orang di desa lebih mampu bersahabat dengan alam sekitarnya sedangkan di kota seringkali tidak menghiraukan aspek lingkungan. Buktinya adalah di kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya, gedung bertingkat dan jalanan beton menggusur tanah- tanah resapan air, bahkan situ atau danau ditimbun kemudian dibangun menjadi mall.

Hubungan Ilmu Alamiah Dasar (IAD) dengan Manajemen Pemasaran & Keuangan


Hubungannya IAD dengan manajemen pemasaran & keuangan adalah bayi tabung yang merupakan contoh yang mudah untuk dibahas, karena tidak semua manusia terutama wanita mendapatkan keturunan, dan beberapa wanita juga ada yang melakukan apapun untuk mempunyai keturunan . Contohnya adalah melalui program bayi tabung yang disarankan oleh dokter-dokter .
Nah, disini kita dapat melihat prosedur manajemen pemasaran dan keuangannya yang disampaikan rumah sakit untuk program tersebut. Untuk melakukan bayi tabung tentunya tidak sedikit biaya yang akan di keluarkan untuk proses bayi tabung ini syarat utamanya adalah calon ibu untuk proses bayi tabung ini harus memiliki kualitas kesehatan yang sangat baik, sehingga proses ini akan berjalan baik pada program bayi tabung ini tentunya pihak rumah sakit menyiapkan dokter yang berpengalaman untuk menjalani proses bayi tabung ini, apabila program bayi tabung ini berhasil, maka program ini mulai dipublikasikan ke masyarakat, dan dalam menjalani program ini juga harus sesuai dengan prosedur agar tidak saling merugikan ke dua belah pihak.

Selain itu contoh lain hubungan IAD dengan manajemen pemasaran dapat digambarkan dengan orang yang mendirikan rumah sakit. Di dalam manajemen pemasaran, pemasarannya dapat dilakukan dengan mempublikasikan kepada masyarakat bahwa dokter yang berada di dalam rumah sakit tersebut adalah dokter yang benar-benar sangat profesional. Kita mengambil contoh dokter spesialis kandungan yang pasti berhubungan dengan proses bayi tabung. Dokter tersebut harus dapat memberikan hasil yang terbaik dalam pekerjaannya. Bila berhasil maka pihak rumah sakit pasti akan mempublikasikan kepada masyarakat bahwa dokter tersebut sangat profesional.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ilmu Alamiah Dasar


Di dunia ini banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi ilmu alamiah dasar, seperti munculnya sifat-sifat unik terhadap manusia, adanya rasa ingin tahu, berkembangnya akal budi, perkembangan alam pemikiran manusia, dll.
            Manusia adalah makhluk yang lemah dibanding makhluk lain namun dengan akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat maka manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat hidup dengan lebih baik lagi. Akal budinya dan kemauannyayang sangat kuat itulah sifat unik dari manusia.
Rasa ingin tahu makhluk lain lebih didasarkan oleh naluri (instinct) /idle curiosity naluri ini didasarkan pada upaya mempertahankan kelestaraian hidup dan sifatnya tetap sepanjang zaman. Manusia juga mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan tetapi ia mempunyai akal budi yang terus berkembang serta rasa ingin tahu yang tidak terpuaskan.
Sesuatu masalah yang telah dapat dipecahkan maka akan timbul masalah lain yang menunggu pemecahannya, manusia setelah tahu apanya maka ingin tahu bagimana dan mengapa.
Contoh : tempat tinggal manusia purba sampai manusia modern, contoh lain seperti penyakit setelah ditemukan obat suatu penyakit ada penyakit lain lagi yang dicoba untuk dicari obatnya (HIV AIDS).
Manusia yang mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam mencoba menjawab dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering upaya itu tidak terjawab secara memuaskan. Pada manusia kunountuk memuaskan mereka menjawab sendiri. Misalnya kenapa ada pelangi mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau kenapa gunung meletus jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat ingintahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode ilmiah.
Pola pikir manusia terus mengalami perkembangan yang diawali oleh rasa ingin tahu ( Kuriositas ) terhadap berbagai gejala alam yang terus memperlihatkan aktivitasnya dan terkadang membuat manusia menjadi cemas seperti bencana alam gunung meletus, kebakaran, kekeringan , kebanjiran dan lain-lain. Hal ini merangsang manusia untuk terus mencari jawaban dan tejadilah berpikir mitos yang mengandalkan keyakinan untuk suatu kepuasaan. Sejalan dengan perkembaqngannya berpikir mitos mulai dihubungkan dengan fenomena alam yang sebenarnya untuk mendapatkan ramalan nasib manusia maka dikenal psedeu Science atau juga dikenal Astrologi. Pada masa Yunani berpikuir mitos mulai ditinggalkan sehingga munculah pemikir-pemikir rasional( filsafat) yang kebenarannya hanya atas dasar rasio sehingga muncullah konsep-konsep alam yang sebagiannya saat ini masih dapat digunaklan dan diakui kebenarannya. Dunia Islam tidak kalah ketinggalan ketika filsafat Yunani mulai padam, Islam bersinar di Persia melahirkan para filosuf muslim yang nama besarnya mendunia karena karya-karyanya yang ilmiah yang sampai dengan saat ini masih dijadikan reference (rujukan) bagi perkembangan sains.